Monthly Archives: June 2019

Pentingnya Sarapan Sebelum Berolahraga

Pentingnya Sarapan Sebelum Berolahraga

Sebuah penelitian dari American Journal of Physiology menyebutkan betapa pentingnya bagi Anda untuk sarapan sebelum berolahraga. Departemen Kesehatan Universitas Bath mempelajari bagaimana dampak makan sebelum latihan terhadap kinerja Anda.

Dalam penelitiannya, mereka membagi menjadi tiga kelompok yakni kelompok pertama yang mengkonsumsi bubur yang terbuat dari susu lalu berolahraga sepeda selama satu jam berselang dua jam dari sarapan tersebut. Kelompok kedua yakni sarapan bubur yang sama dan beristirahat selama tiga jam tanpa berolahraga serta kelompok terakhir yang melakukan olahraga tanpa sarapan.

Dengan pengujian kadar glukosa darah dari setiap kelompok setelah menjalani semua aktifitas, para peneliti menemukan bahwa dengan sarapan mampu membantu pembakaran karbohidrat serta membantu mencerna metabolisme makanan usai berolahraga.

“Karbohidrat yang terbakar bisa membantu meningkatkan ketahanan tubuh Anda,” ujar Javier Gonzalez PhD.

Karbohidrat merupakan bahan bakar yang sangat cepat untuk bisa menghasilkan energi sebanyak dua kali jika dibandingkan dengan lemak dijadikan sebagai bahan bakar. Jika Anda tidak sarapan sebelum berolahraga, maka tubuh Anda akan membakar lemak sebagai bahan bakar untuk menggantikan fungsi dari karbohidrat.

Jika hal ini terjadi maka Anda membutuhkan tenaga dua kali lipat yang tentunya akan memperlambat kinerja Anda. Selain bersifat lebih cepat dijadikan bahan bakar, karbohidrat juga lebih efisien dalam penggunaan oksigen.

Hal itu karena dalam membakar karbohidrat Anda membutuhkan oksigen 10 persen lebih sedikit jika dibandingkan dengan membakar lemak. Jadi sarapan merupakan salah satu hal yang sangat penting sebelum Anda memulai untuk berolahraga.

“Sarapan pagi bisa membantu untuk meningkatkan konsentrasi Anda di tempat kerja ataupun kala melakukan aktivitas lainnya,” tutup Gonzalez.

Alergi Bisa Saja Muncul Saat Berusia Dewasa

Alergi Bisa Saja Muncul Saat Berusia Dewasa

Banyak yang beranggapan bahwa alergi hanya bisa terjadi saat sejak kecil. Faktanya, alergi juga bisa saja menyerang disaat kita telah berusia dewasa.

Satu hal yang menarik adalah Anda bisa saja terserang alergi pada makanan yang sebelumnya sama sekali tidak masalah untuk Anda konsumsi. Beberapa makanan yang banyak menghadirkan alergi baik bagi anak-anak ataupun orang dewasa adalah susu, ikan, telur, kacang, gandum, dan lain sebagainya.

Bagi anak-anak ataupun orang dewasa sangat disarankan untuk menghindari semua bahan makanan yang bisa menyebabkan alergi. Beberapa tanda yang mengindikasikan Anda terserang alergi antara lain munculnya rasa kram serta mual-mual, kesulitan bernapas yang diikuti tekanan darah menurun, munculnya gatal-gatal pada bagian tubuh tertentu, hingga detak jantung yang melemah.

Beberapa gejala alergi tidak bereaksi secara langsung sejak terjadi kontak dengan makanan ataupun minuman penyebab alergi, melainkan membutuhkan waktu yang cukup lama hingga bisa mencapai beberapa bulan. Beberapa organ tubuh juga bisa saja terdampak dari alergi yang ditimbulkan.

Jadi hal yang sangat penting bagi semua orang untuk mengetahui alergi yang menyerang Anda sehingga tidak harus menderita dampak dari reaksi alergi yang bisa saja ditimbulkan. Selain itu, mengingat alergi juga bisa saja menyerang disaat Anda sudah berusia dewasa, maka sangat dianjurkan untuk selalu mengecek ke dokter mengenai alergi apa saja yang Anda miliki.

Gangguan Organ Tubuh Akibat Kurang Istirahat

Gangguan Organ Tubuh Akibat Kurang Istirahat

Usai penyelenggaraan Pemilu 2019 berakhir dilaporkan bahwa 91 orang dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia dan 374 lainnya dikabarkan mengalami sakit.

Kelelahan yang dialami sepanjang Pemilu 2019 ini disebut sebagai faktor utama atas banyaknya korban yang meninggal dunia ataupun jatuh sakit. Kelelahan yang mereka alami dikarenakan kurangnya waktu untuk beristirahat atau tidak memiliki waktu untuk tidur sama sekali selama tiga hari berturut-turut.

Hal itu mengakibatkan kerja organ-organ vital di dalam tubuh bekerja dengan sangat keras karena tidak memiliki waktu untuk istirahat. Jantung, ginjal, dan otak dibuat bekerja dengan terpaksa jika kita melewatkan waktu tidur selama beberapa hari lamanya.

“Dengan tanpa tidur selama tiga hari lamanya, maka organ tubuh kita akan dipaksa bekerja tanpa adanya istirahat,” ucap Profesor Saptawati Bardosono seorang ahli gizi dan nutrisi.

Saptawati mengungkapkan bahwa organ tubuh yang bekerja tanpa istirahat tidak bisa mengimbangi gerakan tubuh yang masih tetap terjaga selama beberapa hari sehingga mengakibatkan adanya rasa kelelahan.

Selain menciptakan kelelahan, kerja organ tubuh juga tidak akan bekerja sebagaimana mestinya. Terganggunya sistem kerja organ tubuh ini yang pada akhirnya bisa menjadi penyebab kematian bagi seseorang akibat tidak tidur dan terus beraktifitas dalam waktu yang lama.

“Organ yang terus dipaksa untuk bekerja akan mengakibatkan gagal organ yang menjadi penyebab dari kematian,” tambah Saptawati.

Untuk menghindari hal tersebut terjadi, maka Saptawati menyarankan agar mengistirahatkan tubuh dengan tidur selama delapan jam untuk setiap hari.

“Dengan adanya tidur maka masing-masing organ akan kembali ternutrisi tanpa harus dipaksa untuk terus bisa bekerja. Waktu istirahat ini sangat dibutuhkan oleh organ tubuh agar setelahnya bisa kembali bekerja dengan baik sebagaimana fungsinya masing-masing,” tutup Saptawati.